Senin, 24 Oktober 2011

Pocong Juga Pocong


Predikat sebagai pocong jantan tinggal sedikit lagi bisa gue raih. Setelah semua penjuru kompleks gue jabanin, gue pun memutuskan untuk pulang.

Awalnya sih gue santai-santai aja. Sewaktu masuk kompleks, gue nggak ngeliat tanda-tanda bakal kesulitan di daerah ini. Pas mau pulang, keadaannya berubah. Ternyata portal jalannya udah di tutup.

“TERNYATA PORTALNNYA UDAH DI TUTUP!!!”
Sengaja di ulang biar makin tegang.

Posisi portalnya kentang banget. Nggak tinggi, tapi juga nggak pendek-pendek amat. KALAU GUE GELINDING lewat bawah, lebih nggak mungkin lagi. Pocong dari lurah mana yang bisa bangun sendiri dari posisi rebahan? nggak ada ! berdiri tampa bantuan adalah hal yang mustahil buat pocong. KALAU PORTALNYA GUA ANGKAT...
Ya, lo pikir aja sendiri.... gimana caranya?


Lompat. Lompat. Lompat

Poconggg, sosok fenomenal yang seharusnya ditakuti ini akan membuat kalian tertawa lewat tulisannya. Kalian nggak usah capek-capek mikir gimana caranya seikat pocong bisa nulis buku. Jomblongenes ini akan berbagi pengalaman konyolnya, mulai dari kisah cinta sejenis ( maksudnya sama-sama setan), kisah nistanya menjadi pocong cupu, hingga ramalam-ramalan jitu buat kalian semua....

Oleh : Rizky Napoleon

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review