Pada suatu hari yang cerah, ada seorang gadis desa cantik bernama Miranti berlari-lari kecil di
sekitar halaman rumah yang besar milik Pak Marjo untuk berolahraga. Saat itu
cahaya matahari sudah terlihat menyemburat di ufuk timur. Miranti tersenyum
melihat anak sulung Pak Marjo bernama Rangga, Rangga mengajak Miranti untuk
bergegas pindah berolahraganya
kelapangan , padahal cahaya matahari sudah mulai terlihat memancar
kemerahan di ufuk timur. Ratna adik Rangga yang ingin ikut untuk berolahraga
bersama mereka. Dalam perjalanan menuju lapangan mereka bertiga bercakap-cakap
bagaimana kegiatan Miranti saat di desa. Miranti tidak mengetahui bahwa sejak
tadi, beberapa kali Rangga mencuri pandang tanpa diketahui baik oleh Ratna
maupun oleh Miranti. Di Jakarta Miranti bertujuan untuk kuliah Miranti dan
Ratna mereka satu kampus tetapi berbeda fakultas , Miranti di fakultas
kedokteran dan Ratna di fakultas ekonomi. Miranti di Jakarta tinggal bersama
keluarga dari Pak Marjo dan hubungan mereka bertambah akrab, Ratna dan Rangga
pun sudah pernah mengajaknya keluar malam meskipun hanya makan malam atau
berjalan-jalan saat hari libur. Miranti
bisa dengan cepat untuk memyesuaikan diri dengan liingkungan dan kehidupan yang
baru, bahkan dia sudah menganggap keluarga pak Marjo sebagai keluarganya
sendiri merasa bukan beradda di rumah orang lain.
Suatu saat
ada seorang laki-laki berwajah cukup tampan, mahasiswa semester enam fakultas
teknik bernama Herman , ia menawarkan
Miranti untuk pulang bareng saat Miranti
menunggu bis di halte. Miranti menjadi serba salah, tapi dia tidak bisa menolak
ajakan dari Herman, ia pun akhirnya naik ke dalam mobiil Herman . Di dalam
mobil Herman mengajaknya berbicara dan ia mengajak berjalan-jalan tetapi
miranti menolak ajaknnya itu. Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah
pak marjo dan Herman menghentikan mobilnya tepat di pintu pagar besi yang
selalu tertutup. Pada malam harinya Rangga mengajak Miranti untuk pergi malam,
selama dalam perjalanan mereka bercakap-cakap agar tidak adanya kebisuan pada
saat itu, dan Rangga memberhentika mobilnnya tepat pada warung di pinggiir
jalan yang khusus menyediakan makanan ringan hewan laut. Ratna pun mengetahui
bahwa saat tadi siang Miranti diantar Herman, ia mengutarakan kalau dirinya ingin
mencomblangkan Miranti dengan herman tetapi Miranti hanya diam dan berfikir
bahwa ia belum kenal betul dengan Herman. Sebenarnya bukan hanya Herman
melainkan beberapa cowok mendekati Miranti dan bahkan Miranti pun tahu kalau
perhatian dan pandangan Rangga sudah bebeda tetapi Miranti hanya memfokuskan
untuk kuliah terlebih dahulu. Seiring berjalannya waktu Jakarta mengubah
segalanya pada Miranti, ia sudah tahu hiburan malam. Rangga pun berterus terang
dan tidak bisa berbohong untuk menyembunyikan perasaannya dan ia mengutarrakan
bahwa sejak pertama ia melihat Miranti, ia tertarik padanya. Suatu malam Rangga mengajak Miranti ke acara undangan
untuk menemaninya, di dalam pesta itu Miranti meneguk entah beberapa kali minuman
keras sehingga membuat kepalanya pening. Ia tidak menginginkan keluarga Pak
Marjo melihat keadaannya dan rangga membelokkan mobilnya ke sebuah penginapan
karena Miranti perlu istirahat. Dalam keadaan terbaring Miranti terlihat cantik
dan menggairahkan rangga menundukkan kepalanya dan memandangi wajah cantik
gadis itu, sedetik kemudian rangga mengecup bibirnya dan tidak ada reaksi pada
Miranti dan saat kecupan kedua kalinya ia baru merasakan dan bertanya kepada
Rangga. Suatu ketika Miranti menangis meraung-raung ia mendapat surat dari kampunganya
mengabarkan ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan jatuh dari bukit, saat
itu juga Miranti beserta keluarga Pak Marjo pulang ke kampung. Meski hari ke
tujuh ayahnya meninggal, Miranti masih tetap di desa sedangkan keluarga Pak
Marjo telah kembali ke Jakarta. Miranti telah kehilangan semangat kembali ke
Jakarta untuk kuliah, pada hari kesebelas Rangga datang seorang diri untuk
menjemput Miranti dan sore itu mereka kembali ke Jakarta. Beberapa bulan mereka
menjalin hubungan, Miranti baru menyadari bahwa ada perubahan dalam dirinya
bahwa ia hamil hampir tiga bulan lebih. Kecemasannya bertambah saat ia
memeriksakan ke dokter dan hasilnya positif, ia pun menceritakan kepada Rangga
kemudian Rangga terkejut dan ia siap bertanggung jawab. Setelah kedua orang
tuanya mengetahui mereka ingin menikah karena Miranti mengandung, orang tua
Rangga menentaang keras. Tante Rini ibu Rangga mengusir Miranti, Miranti pun
pergi dan hanya bisa menangis karena ia telah di caci dan tidak tahu mesti
kemana. Ia pun teringat teman kampusnya bernama Anna, ia memberhentikan taksi
dan meminta diantarkannya ke rumah Anna. Setiba di rumah Anna, Miranti pun
menceritakan permasalahannya dan Anna mempersilahkan Miranti tinggal di
rumahnya sampai Miranti dapat pekerjaan. Miranti merenung dan mencoba untuk
melupakan masalahnya dan memulai kehidupan yang baru. Miranti menanggung
bebannya sendiri hidup yang berat untuk mendapat sesuap nasi, ia pun berjualan
menjajakan kue dan ada seorang pemilik perusahaan mebel bernama Pak Harjo
menghampirinya menanyakan harga kue dan hal pribadinya. Pak Harjo menyarankan
agar Miranti membuat gubuk kecil di depan toko mebelnya dan Pak Harjo akan
memberikan modal kepadanya, lelaki ini berusia separuh baya dan ia berterus
terang menginginkan Miranti menjadi istri simpanannya.
Saat di
perjalanan Miranti diserempet oleh seorang lelaki perlentai bernama Johan, ia
berterus terang bahwa ia adalah seorang produser sebuah rumah produksi dan ia
menawarkan Miranti membintangi sinetron yang ia produksi. Setelah Miranti
casting hasilnya bagus dan Johan meminta sutradaranya untuk mencantumkan
Miranti sebagai salah satuartis yang mendukung sinetron mereka. Sejak wajah
Miranti menghiasi salah satu cover majalah banyak produser film memintanya
untuk bekerjasama . Edwar rekan kerja Johan meminta Miranti untuk bekerjasama
dengannya. Miranti sekarang sudah menjadi gadis metropolis, Johan iri dengan
kedekatannya Edwar dengan Miranti dan setelah pertemuan di dalam kamar Johan
selanjutnya mereka tidak bertemu karena sibuk dan kelihatannya Johan menghindar
dari Miranti hingga membuat Miranti tidak betah. Ia bersiap-siap untuk pindah,
saat beres-beres ada seorang lelaki bernama Pak Suroso meminta Miranti untuk bekerjasama.
Edwar memperlakukan Miranti seperti kekasihnya dan ia menginginkan Miranti
menjadi istri simpanannya.
Dan inilah
perjalanan hidup Miranti membawanya harus berprtualang dalam cinta di kota
metropolitan, lepas dari cinta satu lelaki jath ke dalam cinta yang lain dan ia
tidak pernah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Suatu malam ia pergi ke
Night Club di sudut ruangan ia duduk dan ada seorang lelaki menghampirinya
ternyata lelaki itu Rangga, mereka cukup lama tidak bertemu dan mereka
bercakap-cakap. Setelah itu mereka pergi ke kontrakan Rangga dan mulai sekarang
Miranti tinggal bersama Rangga, bahwa esok Rangga akan meminta izin cuti untuk
menikahi Miranti di kampung dan akhirnya mereka bersatu kembali...
Oleh : Vani Nurlewita
Oleh : Vani Nurlewita


22.36
Eleven Science Four

0 komentar:
Posting Komentar