Senin, 24 Oktober 2011

Cintaku tak pernah mendua


Pada suatu hari yang cerah, ada seorang gadis desa  cantik bernama Miranti berlari-lari kecil di sekitar halaman rumah yang besar milik Pak Marjo untuk berolahraga. Saat itu cahaya matahari sudah terlihat menyemburat di ufuk timur. Miranti tersenyum melihat anak sulung Pak Marjo bernama Rangga, Rangga mengajak Miranti untuk bergegas pindah berolahraganya  kelapangan , padahal cahaya matahari sudah mulai terlihat memancar kemerahan di ufuk timur. Ratna adik Rangga yang ingin ikut untuk berolahraga bersama mereka. Dalam perjalanan menuju lapangan mereka bertiga bercakap-cakap bagaimana kegiatan Miranti saat di desa. Miranti tidak mengetahui bahwa sejak tadi, beberapa kali Rangga mencuri pandang tanpa diketahui baik oleh Ratna maupun oleh Miranti. Di Jakarta Miranti bertujuan untuk kuliah Miranti dan Ratna mereka satu kampus tetapi berbeda fakultas , Miranti di fakultas kedokteran dan Ratna di fakultas ekonomi. Miranti di Jakarta tinggal bersama keluarga dari Pak Marjo dan hubungan mereka bertambah akrab, Ratna dan Rangga pun sudah pernah mengajaknya keluar malam meskipun hanya makan malam atau berjalan-jalan  saat hari libur. Miranti bisa dengan cepat untuk memyesuaikan diri dengan liingkungan dan kehidupan yang baru, bahkan dia sudah menganggap keluarga pak Marjo sebagai keluarganya sendiri merasa bukan beradda di rumah orang lain. 
          Suatu saat ada seorang laki-laki berwajah cukup tampan, mahasiswa semester enam fakultas teknik  bernama Herman , ia menawarkan Miranti untuk  pulang bareng saat Miranti menunggu bis di halte. Miranti menjadi serba salah, tapi dia tidak bisa menolak ajakan dari Herman, ia pun akhirnya naik ke dalam mobiil Herman . Di dalam mobil Herman mengajaknya berbicara dan ia mengajak berjalan-jalan tetapi miranti menolak ajaknnya itu. Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah pak marjo dan Herman menghentikan mobilnya tepat di pintu pagar besi yang selalu tertutup. Pada malam harinya Rangga mengajak Miranti untuk pergi malam, selama dalam perjalanan mereka bercakap-cakap agar tidak adanya kebisuan pada saat itu, dan Rangga memberhentika mobilnnya tepat pada warung di pinggiir jalan yang khusus menyediakan makanan ringan hewan laut. Ratna pun mengetahui bahwa saat tadi siang Miranti diantar Herman, ia mengutarakan kalau dirinya ingin mencomblangkan Miranti dengan herman tetapi Miranti hanya diam dan berfikir bahwa ia belum kenal betul dengan Herman. Sebenarnya bukan hanya Herman melainkan beberapa cowok mendekati Miranti dan bahkan Miranti pun tahu kalau perhatian dan pandangan Rangga sudah bebeda tetapi Miranti hanya memfokuskan untuk kuliah terlebih dahulu. Seiring berjalannya waktu Jakarta mengubah segalanya pada Miranti, ia sudah tahu hiburan malam. Rangga pun berterus terang dan tidak bisa berbohong untuk menyembunyikan perasaannya dan ia mengutarrakan bahwa sejak pertama ia melihat Miranti, ia tertarik padanya. Suatu malam  Rangga mengajak Miranti ke acara undangan untuk menemaninya, di dalam pesta itu Miranti meneguk entah beberapa kali minuman keras sehingga membuat kepalanya pening. Ia tidak menginginkan keluarga Pak Marjo melihat keadaannya dan rangga membelokkan mobilnya ke sebuah penginapan karena Miranti perlu istirahat. Dalam keadaan terbaring Miranti terlihat cantik dan menggairahkan rangga menundukkan kepalanya dan memandangi wajah cantik gadis itu, sedetik kemudian rangga mengecup bibirnya dan tidak ada reaksi pada Miranti dan saat kecupan kedua kalinya ia baru merasakan dan bertanya kepada Rangga. Suatu ketika Miranti menangis meraung-raung ia mendapat surat dari kampunganya mengabarkan ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan jatuh dari bukit, saat itu juga Miranti beserta keluarga Pak Marjo pulang ke kampung. Meski hari ke tujuh ayahnya meninggal, Miranti masih tetap di desa sedangkan keluarga Pak Marjo telah kembali ke Jakarta. Miranti telah kehilangan semangat kembali ke Jakarta untuk kuliah, pada hari kesebelas Rangga datang seorang diri untuk menjemput Miranti dan sore itu mereka kembali ke Jakarta. Beberapa bulan mereka menjalin hubungan, Miranti baru menyadari bahwa ada perubahan dalam dirinya bahwa ia hamil hampir tiga bulan lebih. Kecemasannya bertambah saat ia memeriksakan ke dokter dan hasilnya positif, ia pun menceritakan kepada Rangga kemudian Rangga terkejut dan ia siap bertanggung jawab. Setelah kedua orang tuanya mengetahui mereka ingin menikah karena Miranti mengandung, orang tua Rangga menentaang keras. Tante Rini ibu Rangga mengusir Miranti, Miranti pun pergi dan hanya bisa menangis karena ia telah di caci dan tidak tahu mesti kemana. Ia pun teringat teman kampusnya bernama Anna, ia memberhentikan taksi dan meminta diantarkannya ke rumah Anna. Setiba di rumah Anna, Miranti pun menceritakan permasalahannya dan Anna mempersilahkan Miranti tinggal di rumahnya sampai Miranti dapat pekerjaan. Miranti merenung dan mencoba untuk melupakan masalahnya dan memulai kehidupan yang baru. Miranti menanggung bebannya sendiri hidup yang berat untuk mendapat sesuap nasi, ia pun berjualan menjajakan kue dan ada seorang pemilik perusahaan mebel bernama Pak Harjo menghampirinya menanyakan harga kue dan hal pribadinya. Pak Harjo menyarankan agar Miranti membuat gubuk kecil di depan toko mebelnya dan Pak Harjo akan memberikan modal kepadanya, lelaki ini berusia separuh baya dan ia berterus terang menginginkan Miranti menjadi istri simpanannya.
       Saat di perjalanan Miranti diserempet oleh seorang lelaki perlentai bernama Johan, ia berterus terang bahwa ia adalah seorang produser sebuah rumah produksi dan ia menawarkan Miranti membintangi sinetron yang ia produksi. Setelah Miranti casting hasilnya bagus dan Johan meminta sutradaranya untuk mencantumkan Miranti sebagai salah satuartis yang mendukung sinetron mereka. Sejak wajah Miranti menghiasi salah satu cover majalah banyak produser film memintanya untuk bekerjasama . Edwar rekan kerja Johan meminta Miranti untuk bekerjasama dengannya. Miranti sekarang sudah menjadi gadis metropolis, Johan iri dengan kedekatannya Edwar dengan Miranti dan setelah pertemuan di dalam kamar Johan selanjutnya mereka tidak bertemu karena sibuk dan kelihatannya Johan menghindar dari Miranti hingga membuat Miranti tidak betah. Ia bersiap-siap untuk pindah, saat beres-beres ada seorang lelaki bernama Pak Suroso meminta Miranti untuk bekerjasama. Edwar memperlakukan Miranti seperti kekasihnya dan ia menginginkan Miranti menjadi istri simpanannya.
      Dan inilah perjalanan hidup Miranti membawanya harus berprtualang dalam cinta di kota metropolitan, lepas dari cinta satu lelaki jath ke dalam cinta yang lain dan ia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Suatu malam ia pergi ke Night Club di sudut ruangan ia duduk dan ada seorang lelaki menghampirinya ternyata lelaki itu Rangga, mereka cukup lama tidak bertemu dan mereka bercakap-cakap. Setelah itu mereka pergi ke kontrakan Rangga dan mulai sekarang Miranti tinggal bersama Rangga, bahwa esok Rangga akan meminta izin cuti untuk menikahi Miranti di kampung dan akhirnya mereka bersatu kembali...

Oleh : Vani Nurlewita

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review