Lunna
adalah sosok wanita yang sederhana , agak tomboy, kurang memperhatikan
penampilan dan pandai membuat puisi, sedangkan Ginna adalah sosok wanita yang
modis, royal, selalu terlihat sempurna, sering dugem dan kurang perhatian dari orang
tuanya karena kedua orang tuanya sibuk untuk bekerja, ayah nya pulang hanya
seminggu sebelum natal karena harus berlayar dan ibunya pulang setiap
semesteran atau saat libur sekolah karena
menjadi guru di Belanda. Lunna
dan Ginna sangaktlah bertolak belakang. Akan tetapi Lunna dan Ginna mencintai
cowok yang sama yaitu, Ronald alias Sandy. Yang jelas Ronald alias Sandy adalah
cowok brengsek yang berani menduakan mereka.
Lunna dan Ginna bertemu di sebuah
restaurant ketika Ronald dan Ginna sedang nge-date, dan terbongkar semuanya
bahwa Ronald alias sandy menduakan mereka, saat di restaurant terjadi
pertengkaran antara mereka bertiga, Ronald yang belom putus dengan Lunna
mengatakan bahwa ia tidak ada hubungan apa-apa dengan Ginna, akan tetapi Ginna
sangat mencintai Ronald dan Ronald hanyalah memberikan harapan kosong kepada
Ginna. Lunna merasa kasihan kepada Ginna karena terlihat dari wajahnya yang
sangat sedih. Akhirnya Lunna bersahabat dengan Ginna karena merasa senasib-sepenanggungan
dengannya, dan saling mendukung melewati masa-masa sulit setelah mereka di
khiannati.
Di lain hari Lunna berkenalan dengan
Mango di sebuah caffe, dan Mango berminat menjadikan puisi Lunna menjadi sebuah
lagu untuk band nya, dan mereka pun berkenalan lebih jauh. Suatu hari Mango mengatakan sesuatu kepada Lunna
bahwa suatu saat nanti ia akan menyatakan perasaan nya kepada seseorang.
Suatu waktu dave mengajak Ginna barbeque di rumah
dave di sana ada Mango dan Ginna suruh mengajak Lunna, saat barbeque Lunna
terlihat sangat anggun dengan gaun yang dipinjamkan dari Ginna dan wajajh yang
di rias oleh Ginna, Mango terpesona melihat Lunna secantik itu, saat itu juga
mango mengatakan bahwa ia sayang kepada Lunna dan Dave juga mengatakan bahwa ia
sayang kepada Ginna. Akhirnya mereka bertemu dengan cowok-cowok yang layak
menerima cinta mereka. Sampai mereka akhirnya sadar bahwa persahabatan mereka
lebih penting dari apapun juga.
oleh : saraswati


22.49
Eleven Science Four

0 komentar:
Posting Komentar