Senin, 24 Oktober 2011

DARI JENDELA SMP



Joko dan Wulan memang sudah lama mengenal,sejak masuk SMP hingga mereka sekarang kelas 3 SMP dan  selalu satu kelas terus. Walaupun Joko anak yag tergolong dari keluarga yang kurang mampu dan Wulan tergolong dari keluarga yang kaya,dalam pertemanannya Wulan tidak pernah menganggap Joko seperti anak babu. Wulan selalu menghargai Joko dan tidak pernah membeda – bedakan dengan yang lain. Hingga pada suatu hari, Joko berkelahi dengan teman sekelasnya yang bernama Gino dan Wulan sebagai ketua kelas memcoba untuk melerai perkelahian itu. Saat melerai Joko , Gino inginmemeukul wajah Joko namun meleset sehingga mengenai wajah Wulan hingga bibirnya terluka. Saat Joko ingin melindungi Wulan dari pukulan kedua,tanpa sengaja Joko menyentuh badan Wulan. Pada saat itu Joko merasakan perasaan berbeda, begitu juga dengan pada Wulan.
Sejak Kejadian itu mereka berdua semakin dekat dan akrab dan pada akhirnya mereka berdua jadian.Karna hubungan mereka tidak di restui oleh ke-2 orang tua Wulan,mereka sering sekali bertemu secara diam – diam setiap pulang ssekolah. Hingga pada suatu hari Wulan dan teman – temannya mendapat kabar bahwa Joko sedang sakit.Karena pada saat itu sedang liburan kelulusan sekolah. Jadi, mereka dapat pergi menjenguk Joko .Sore harinya Wulan bersama teman – temannya pergi ke rumah Joko. Setibanya disana ternyata Joko sendirian, karena ibunya sedang tidak berada di rumah.Saat teman- temannya sedang membeli makanan Wulan dan Joko melakukan perbuatan yang konyol yang sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh mereka sebelum ada ikatan pernikahan. Memang pada saat itu keadaan di rumahnya samar – samar dan hanya diterangi oleh lampu semprong.
Hingga dua bulan belakangan ini mereka  tidak pernah melihat Joko, karena Joko sudah tidak melanjutkan ke bangku SMA. Akhir – Akhir ini Wulan merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan tubuhnya. Dia selalu ingin memakan rujak dan tanpa sengaja teman Wulan mengatakan  “Kamu seperti orang ngidam”  sampai semalaman Wulan memikirkan Kata - kata itu. Wulan pun memutuskan untuk menceritakan kepada Bu Nardi salah satu guru terdekat di SMP, Karena Wulan tidak berani bercerita pada ibunya.
Bu Narti sangat senang dengan kunjungan Wulan ke rumahnya.Wulan pun langsung menceritakan  semuanya. Bu Narti pun kaget mendengar cerita wulan. Kemudian Bu Narti mengantarkan Wulan pada seorang temannya yang berprofesi sebagai dokter. Ternyata Wulan positif hamil. Bu Narti pun bercerita panjang lebar pada orang tua Wulan,tentunya mereka kaget. Esoknya ayah Wulan menemui JOko dan ibunya. Sesampainya disana Ayah Wulan hanya bisa berbicara dengan ibunya Joko,Karena Joko sudah satu bulan ini menjadi burnan polisi. Sebabnya adalah kaena Joko menganiaya orang. Jelas ayah Wulan kecewa dengan perbuatan Joko . PAdahl Joko seperti itu sebab rasa kecewanya pada ibunya yang telah membohongi identitas ayahnya selama ini. Ayah Wulan pun berniat menikahkan Wulan dengan karyawannya karena pikirnya Joko tidak akan mampu bertanggung jawab pada Wulan.
Hingga beberapa bulan kemudian Joko menemui Wulan setelah  dia  mendapat berita kalau Wulan akan dinikahkan dengan orang lain. Saat di perjalanan bersama Wulan, Joko terkejut melihat cucuran darah di kaki Wulan kemudian ia bergegas membawa Wulan ke rumah sakit. Saat itu juga Joko tau bahwa Wulan sedang mengandung. Begitu orang tua Wulan dating dan tak lama kemudia polisi menangkap Joko yang sudah buronan beberapa bulan ini. Hinggan pada waktunya Wulan melahirkan Joko tidak ada untuk menemaninya. Wulan meminta ayahnya untuk membawa Joko ke rumah sakit. Tentunya ayahnya tau harus pergi kemana, karena pada hari itu bertepatan dengan meninggalnya ayahnya Joko. Ayah Wulan pun menemuin Joko, Joko pun pergi bersama ayah Wulan secara diam – diam dari pihak kepolisian. Sebab sebenarnya Joko hanya diiizinkan untuk menghadiri pemakaman ayahnya saja. Setibanynya di rumah sakit Wulan sudah melahirkan seorang bayi laki – laki yang lucu. Joko tertegun melihatnya, dibenaknya dia bertanya – tanya “inikah anaknya dengan wulan?”. Joko menemani Wulan hingga dia sadar dari pingsannya dan hanya sedikit berbicara dengan Wulan. Sesaat kemudian mereka kembali dipidahkan oleh waktu. Karena Joko harus kembali untuk melanjutkan masa rehabilitasinya di Lembaga Kenakalan Remaja.
oleh : Mutiara Suryadini

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review